Menulis 16 Januari 2016

Menulis adalah caraku menyembuhkan luka dan menyampaikan rindu, sebab itu aku berusaha untuk menulis semua yang aku rasa, seperti menemukan kenyamanan saat aku menulis. File-file yang berisikan tulisan tentang rindu jujur itu untuk kamu. Sebenarnya aku ingin tenang merindukanmu tanpa ada keraguan dan kekhawatiran.. ahhh tapi itu sebatas angan. Kenyataannya kamu lebih memilih merindukannya dan tak sedetikpun menghiraukanku. Sungguh itu nyata dan menyiksa. Tapi aku bisa apa? Rindu ini tak pernah terputus untukmu, aku bertahan dalam rasa dan keadaan seperti ini, sungguh situasi yang melelahkan seperti udara yang tidak pernah mengharapkan imbalan.. apa kamu masih ingat, saat kesikan kalinya kamu menanyakan kabar keberadaanku? Masih dengan jawaban yang sama pula aku berkata “ aku masih bahagia menikmati rindu yang tidak pernah tersampaikan ini” da ingin sekali aku meminta “Kembalikan rinduku yang telah kamu bawa kemarin lusa”

ibu

Ibu…

Sebuah kata yang penuh arti

Mungkin bagi seorang anak akan mampu mengartikan sendiri

Dan tiap anak akan berbeda mengartikannya

Tapi, ini lah aku …

Ibu.. merupakan sosok wanita yang kuat

Tidak pernah memperlihatkan kekesalannya didepan anaknya

Tidak pernah mengeluh didepan anaknya

Malaikatku engkau segalnya buatku

Engkau tidak dapat digantikan siapapun

Engkau selalu memberikan ketenangan tersendiri untuk anakmu ini

Maafkan anakmu ini yang selalu membuat kecewa,

Maafkan anakmu yang hanya bisa meminta dan meminta

Terimakasih telah sabar menghadapi anakmu ini

Terimakasih telah menjadi contoh yang baik untuk anakmu ini

Terimakasih untuk semuanya

Terimakasih telah menjadi ibu terbaik untukmu

Terimakasih untuk segalanya

Terimakasih untuk semuanya

Engkau pelita ku

Sehat terus ya malaikat tanpa sayapku

Tunggu hingga anakmu yang nakal ini buat engkau bahagia

Anakmu ini bakal lakuin dan wujudkan keinginanmu

Adik sayang ibu…..

 

20 Januari 2016

Ibu…..

Maafkan aku jika telah banyak mengecewakanmu

Salahku yang tak terhingga..

Membuat engkau berduka

Banyaknya nasihat yang ku abaikan

Tak jarang justru aku lawan…

Mematikan Rindu

Aku mencari cara mematikan rindu

Namun kenyataannya, itu adalah hal yang paling sia-sia

Karena merindukanmu, memenag tak pernah mengenal waktu..

Semoga kau tak pernah merasa keberatan dengan rindu-rinduku,

Percayalah, rinduku tak akan menganggu waktu sibukmu..

Biarlah kurawat rindu ini sendiri,

Karena aku yakin, jika dalam do’a-so’amu kau selalu menghangatkan rinduku, pun juga rindumu..

Semoga hangat doa rinduku, disampaikan Tuhan kepadamu…

inilah caraku bercerita

Inilah caraku untuk bercerita

Bukan lewat suara ataupun lewat isyarat

Tapi, lewat sebuah tulisan…

Dari inilah aku dapat merasakn kepuasan tersendiri

Meskipun kadang aku masih belum ketemu jalan keluar dari masalah yang aku lalui

Tapi, inilah aku..

Yang tak beranikan diri ini untuk bercerita

Yang hanya bisa diam seribu bahasa

Yang hanya bisa menangis ketika lelah menghampiri

Tapi, apalah dayaku yang hanya manusia biasa

Yang hanya bisa pasrah dengan keadaan

Inilah aku…

Iya aku sosok wanita yang kadang berusaha kuat

Tapi, sebenarnya aku lemah…

Seperti wanita lain yang butuh sandaran ketika aku lelah

 

ESSAY

TEORI

Teori adalah kumpulan beberapa konsep yang telah melalui proses penelitian dan hal itu dapat dibuktikan sehingga nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidangnya. Teori mempunyai beberapa fungsi, diantaranya yaitu :

  1. Menjelaskan suatu fenomena (eksplanasi)
  2. Memprediksi (prediktif)
  3. Mengontrol (kontrol)

Teori-teori mempunyai beberapa tingkatan :

  1. Grand Theory (Paradigma)
  2. Middle Theory
  3. Small Theory (Hasil skripsi, hasil tesis dan hasil desertasi)

Setiap teori yang dihasilnya tentu mempunyai karakter masing-masing. Seperti halnya karakter teori sosial (Sosiologi). Teori dapat berubah/ diperbaiki seiring dengan jalannya waktu dan berkembangnya ilmu dengan ditemukannya bukti-bukti baru. Hal itu bukan berarti teori tersebut tidak valid. Fleksibilitas dan rendah hati terhadap bukti-bukti baru justru kelebihan dari teori sosial. Selanjutnya dalam ilmu sosial tidak ada teori yang dinyatakan gugur, melainkan adanya teori tandingan.

Ilmu sosial tidak ada batasannya karena berbicara dengan manusia itu sendiri, baik itu interaksinya maupun kolektivitasnya. Berbeda dengan ilmu exact yang mempunyai objek kealaman karena berasal dari alam.

untuk lebih jelas download link ini => fix

Teori Talcot Parsons

TEORI TALCOT PARSONS
FUNGSIONALISME STRUKTURAL TALCOTT PARSONS
Pembahasan teori fungsionalisme structural Parson diawali dengan empat skema penting mengenai fungsi untuk semua system tindakan, skema tersebut dikenal dengan sebutan skema AGIL. Sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu apa itu fungsi yang sedang dibicarakan disini, fungsi adalah kumpulan kegiatan yang ditujukan kearah pemenuhan kebutuhan system.
Menurut parson ada empat fungsi penting yang mutlak dibutuhkan bagi semua system social, meliputi adaptasi (A), pencapaian tujuan atau goal attainment (G), integrasi (I), dan Latensi (L). empat fungsi tersebut wajib dimiliki oleh semua system agar tetap bertahan (survive), penjelasannya sebagai berikut:
1. Adaptation : fungsi yang amat penting disini system harus dapat beradaptasi dengan cara menanggulangi situasi eksternal yang gawat, dan system harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan juga dapat menyesuaikan lingkungan untuk kebutuhannnya.
2. Goal attainment ; pencapainan tujuan sangat penting, dimana system harus bisa mendifinisikan dan mencapai tujuan utamanya.
3. Integrastion : artinya sebuah system harus mampu mengatur dan menjaga antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya, selain itu mengatur dan mengelola ketiga fungsi (AGL).
4. Latency :laten berarti system harus mampu berfungsi sebagai pemelihara pola, sebuah system harus memelihara dan memperbaiki motivasi pola-pola individu dan cultural .
Lalu bagaimanakah Parson menggunakan empat skema diatas, mari kita pelajari bersama. Pertama adaptasi dilaksanakan oleh organisme prilaku dengan cara melaksanakan fungsi adaptasi dengan cara menyesuaikan diri dan mengubah lingkungan eksternal. Sedangkan fungsi pencapaian tujuan atau Goal attainment difungsikan oleh system kepribadian dengan menetapkan tujuan system dan memolbilisai sumber daya untuk mencapainya. Fungsi integrasi di lakukan oleh system social, dan laten difungsikan system cultural. Bagaimana system cultural bekerja? Jawabannhya adalah dengan menyediakan actor seperangkat norma dan nilai yang memotivasi actor untuk bertindak.
Tingkat integrasi terjadi dengan dua cara, pertama : masing-masing tingkat yang p[aling bawah menyediakan kebutuhan kondisi maupun kekuatan yang dibutuhkan untuk tingkat atas. Sredangkan tingkat yang diatasnya berfungsi mengawasi dan mengendalikan tingkat yang ada dibawahnya. Parson memberikan jawaban atas masalah yang ada pada fungsionalisme structural dengan menjelaskan beberapa asumsi sebagai berikut;
1. sistem mempunyai property keteraturan dan bagian-bagian yang saling tergantung.
2. sistem cenderung bergerak kea rah mempertahankan keteraturan diri atau keseimbangan.
3. sistem bergerak statis, artinya ia akan bergerak pada proses perubahan yang teratur.
4. sifat dasar bagian suatu system akan mempengaruhi begian-bagian lainnya.
5. sistem akam memelihara batas-batas dengan lingkungannya.
Alokasi dan integrasi merupakan dua hal penting yang dibutuhkan untuk memelihara keseimbangan sistem. sistem cenderung menuju kerah pemeliharaan keseimbangan diri yang meliputi pemeliharaan batas dan pemeliharaan hubungan antara bagian-baguan dengan keseluruhan sostem, mengendalikan lingkungan yang berbeda dan mengendalikan kecendrungan untuyk merubah system dari dalam. System social Pada pembahasannya parson mendefinisikan system social sebagai berikut: sistem social terdiri dari sejumlah actor-aktor individual yang saling berinteraksi dalam situasi yang sekurang-kurangnya mempunyai aspek lingkungan atau fisik, actor-aktor yang mempunyai motivasi dalam arti mempunyai kecendrungan untuk mengoptimalkan kepuasan yang hubungannya dengan situasi mereka didefinisikan dan dimediasi dalam term system simbol bersama yang terstruktur secara cultural. (Parsons, 1951:5-6) kunci masalah yang dibahas pada system social ini meliputi actor, interaksi, lingkungan, optimalisasi, kepuasan, dan cultural.
Hal yang paling penting pada sistem social yang dibahasnya Parsons mengajukan persyaratan fungsional dari system social diantaranya:
• sistem social harus terstuktur (tertata) sehingga dapat beroperasi dalam hubungan yang harmonis dengan sisten lain. untuk menjaga kelangsungan hidupnya system social harus mendapatkan dukungan dari system lain.
• sistem social harus mampu memenuhi kebutuhan aktornya dalam proporsi yang signifikan.
• sistem social harus mampu melahirkan partisipasi yang memadai dari para anggotanya.
• sistem social harus mampu mengendalikan prilaku yang berpotensi menggangu. bila konflik akan menuimbulkan kekacauan maka harus bisa dikendalikan.
• sistem social memerlukan bahasa.

Teori Robert K Merton

Merton menjelaskan bahwa analisis structural fungsional ini memusatkan perhatiannya pada suatu kelompok, organisasi, masyarakat dan kultur. Menurutnya, sasaran studi structural fungsional ini antara lain adalah peran sosial, pola institusional, proses sosial, pola kultur, emosi yang terpola secara kultural, norma sosial, organisasi kelompok, struktur sosial, perlengkapan untuk pengendalian sosial dan sebagainya. (Merton, 1949/1968: 104)
Merton telah menghabiskan karir sosiologinya dalam mempersiapkan dasar struktur fungsional untuk karya-karya sosiologis yang lebih awal dan dalam mengajukan model atau paradigma bagi analisa struktural. Dia menolak postulat-postulat fungsionalisme yang masih mentah, yang menyebabkan paham “kesatuan masyarakat yang fungsional”, “fungsionalisme universal”, dan “indespensability”. Merton mengutarakan konsep disfungsi, alternatif fungsional dan konsekuensi keseimbangan fungsional, serta fungsi manifes dan laten, yang dirangkainya kedalam suatu paradigma fungsionalis. Walaupun kedudukan model ini berada diatas postulat-postulat fungsionalisme yang lebih awal, tetapi kelemahannya masih tetap ada. Masyarakat dilihat sebagai keseluruhan yang lebih besar dan berbeda dengan bagian-bagiannya. Individu dilihat dalam kedudukan abstrak, sebagai pemilik status dan peranan yang merupakan struktur. Konsep abstrak ini memeprbesar tuduhan bahwa paradigma tersebut mustahil untuk diuji.

  • Beberapa teori Merton yang terungkap dari tiga postulat menjelaskan tentang kesatuan fungsional masyarakat yang dibatasi sebagai suatu keadaan dimana seluruh bagian dari sistem sosial bekerjasama dalam suatu tingkat keselarasan atau konsistensi internal yang memadai. Fungsionalisme universal menyatakan bahwa seluruh bentuk sosial dan kebudayaan yang sudah baku memiliki fungsi-fungsi positif, meskipun beberapa perilaku sosial cenderung bersifat disfungsional. Analisis terakhir dalam postulat indispensability menegaskan bahwa dalam setiap peradaban, setiap kebiasaan, ide, obyek material dan kepercayaan memenuhi beberapa fungsi penting, memiliki sejumlah tugas yang harus dijalankan, karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sistem secara keseluruhan. Merton sendiri mengkritisi postulatnya dengan pernyataan bahwa kita tidak mungkin mengharapkan terajdinya integrasi masyarakat secara sempurna. Setiap integrasi masyarakat ada jika di dalamnya ada cara dan tujuan (bagaimana individu beradaptasi).
  • Pertama yaitu postulat kesatuan fungsional masyarakat, yang dapat dibatasi sebagai “suatu keadaan dimana seluruh bagian dari sistem sosial bekerja sama dalam suatu tingkat keselarasan atau konsistensi internal yang memadai, tanpa menghasilkan konflik yang berkepanjangan yang tidak dapat diatasi”, seluruh kepercayaan dan praktik sosial budaya standard bersifat fungsional bagi masyarakat secara keseluruhan maupun bagi individu dalam masyarakat, hal ini berarti sistem sosial yang ada pasti menunjukan tingginya level integrasi. Terdapat dari sini Merton berpendapat bahwa, hal ini tidak hanya berlaku pada masyarakat kecil tetapi generalisasi pada masyarakat yang lebih besar.

  • Kedua adalah Fungsionalisme universal ,seluruh bentuk dan stuktur sosial memiliki fungsi positif. Hal ini di tentang oleh Robert K. Merton, bahwa dalam dunia nyata tidak seluruh struktur , adat istiadat, gagasan dan keyakinan, serta sebagainya memiliki fungsi positif. Dicontohkan pula dengan stuktur sosial dengan adat istiadat yang mengatur individu bertingkah laku kadang-kadang membuat individu tersebut depresi hingga bunuh diri. Postulat structural fungsional menjadi bertentangan.
  • Ketiga adalah Indispensability, aspek standard masyarakat tidak hanya memiliki fungsi positif namun juga merespresentasikan bagian bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan. Hal ini berarti fungsi secara fungsional diperlukan oleh masyarakat. Dalam hal ini pertentangn Merton pun sama dengan parson bahwaada berbagai alternative structural dan fungsional yang ada di dalam masyarakat yang tidak dapat dihindari.

  • Menurut seorang sosiolog yang bernama Emile Durkheim yaitu masyarakat itu harus mempunyai suatu tujuan yang jelas dan tujuan tersebut harus dicapai semaksimal mungkin. Terdapat juga solidaritas yang dibedakan menjadi dua, yaitu kesamaan dan perbedaan. Jika kesamaan itu termasuk dalam teori Emile Durkheim. Sedangkan perbedaan itu termasuk teori dari Robert K. Merton. Masyarakat bisa disebut dengan organ jika tujuan prestasinya tercapai dengan baik. Masyarakat itu harus ada jika mempunyai ikatan. Robert K. Merton menjelaskan berbagai perbedaan dalam masyarakat yaitu dengan tujuan dan cara harus selaras. Menurut Robert K. Merton, masyarakat selalu berbeda posisi. Masyarakat adalah nilai yang memiliki fungsi yang berbeda. Penempatan sosial didalam masyarakat seringkali menjadi masalah karena suatu posisi, seperti halnya yaitu yang pertama adalah posisi tertentu lebih menyenangkan daripada posisi yang lain. Masyarakat keatas itu posisinya yaitu stratifikasi, sedangkan masyarakat kesampinf itu posisinya yaitu diferensiasi. Kedua posisi tersebut tidak merujuk kepada perebutan tetapi kepada tujuan karena tujuan itu sangat penting. Yang kedua adalah posisi tertentu lebih penting untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat daripada posisi lainnya.
  • Fungsional adalah setiap posisi-posisi selalu menjalankan fungsinya. Fungsional struktural adalah hubungan timbal balik. Dan yang terakhir (ketiga) adalah posisi-posisi sosial yang berbeda memerlukan bakat dan kemampuan yang berbeda pula. Posisi tersebut harus sesuai dengan harapan masyarakat. Oleh karena itu, muncul Ends atau Goals. Terdapat tiga tahapan dalam teori Robert K. Merton ini, diantaranya yaitu Pertama, Strategi Dasar Analisis Strukturalisme Fungsional yaitu Teori Fungsionalisme Struktural yang dikemukakan oleh Robert K. Merton ternyata memiliki perbedaan apabila dibandingkan dengan pemikiran pendahulu dan gurunya, yaitu Talcott Parsons. Apabila Talcott Parsons dalam teorinya lebih menekankan pada orientasi subjektif individu dalam perilaku maka Robert K. Merton menitikberatkan pada konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku. Menurut Robert K. Merton konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku itu ada yang mengarah pada integrasi dan keseimbangan atau fungsi manifest, akan tetapi ada pula konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku itu yang tidak dimaksudkan dan tidak diketahui.

  • Kedua, Disfungsi dan Perubahan Sosial yaitu Menurut Robert K. Merton dinyatakan bahwa konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku dapat bersifat fungsional dan dapat pula bersifat disfungsional. Konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku mampu mengarah pada integrasi dan keseimbangan, sedangkan konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku yang bersifat disfungsional akan memperlemah integrasi. Ketiga, Kelompok Referensi (Reference Group) yaitu Teori Fungsionalisme Robert K. Merton yang menekankan pada konsekuensi objektif dari individu dalam berperilaku. Keharusan adanya konsekuensi objektif baik fungsional maupun disfungsional dan harus adanya konsep-konsep alternatif fungsional dalam pelaksanaan analisisnya, tepat apabila diterapkan pada masyarakat yang memiliki perbedaan-perbedaan di antara kelompok-kelompok yang ada.
  • Robert K. Merton mencoba menjelaskan penyimpangan melalui struktur sosial. Menurut teori ini, struktur sosial bukan hanya menghasilkan perilaku yang konformis saja, tetapi juga menghasilkan perilaku menyimpang. Merton mengemukakan tipologi cara-cara adaptasi terhadap situasi, yaitu konformitas, inovasi, ritualisme, pengasingan diri, dan pemberontakan (keempat yang terakhir merupakan perilaku menyimpang). Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi, empat diantaranya merupakan perilaku menyimpang, yaitu : Komformitas, ini merupakan perilaku yang mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut (cara konvensional dan melembaga). Maksudnya adalah cara dijalankan dan ends atau goals juga dijalankan. Contohnya yaitu Arlan belajar dengan sungguh-sungguh agar nilai ulangannya bagus dan Gelar DR dapat dicapai dengan cara kuliah.

  • Inovasi, merupakan perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat, tetapi memakai cara yang dilarang oleh masayarakat (termasuk tindak kriminal). Maksudnya yaitu caranya tidak sama dan ends atau goals nya yang sama. Contohnya yaitu untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM), Erik tidak mengikuti ujian, melainkan melalui calo dan siswa ingin mendapatkan nilai bagus dalam ujian dia melakukan tindakan mencontek atau mencari bocoran jawaban. Individu dalam masyarakat beradaptasi dengan masyarakat. Ritualisme adalah perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya. Namun masih tetap berpegangan pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat, dalam arti ritual atau upacara dan perayaan masih diselenggarakan tapi maknanya telah hilang, Contohnya yaitu walaupun tidak mempunyai keahlian atau keterampilan di bidang komputer, Mita berusaha untuk mendapatkan ijazah itu agar diterima kerja di perusahaan asing.
  • Pengunduran/Pengasingan Diri, Meninggalkan, baik tujuan konvensional maupun cara pencapaiannya yang konvensional, sebagaimana yang dilakukan oleh pecandu obat bius, pemabuk, gelandangan maupun orang-orang gagal lainnya. Contohnya yaitu tindakan siswa yang membakar dirinya sendiri karena tidak lulus Ujian Akhir Nasional. Dalam pengasingan diri juga terdapat Retritsm. Orang yang menjalankan retritism adalah Anomi (tidak punya nilai). Ends dalam pengasingan diri merupakan disfungsional. Retiritism adalah masyarakat tidak mampu memaksa individu untuk melakukan sesuatu. Individu yang teranomi berkumpul, maka akan membentuk suatu kelompok. Yang biasa disebut dengan kelompok belajar. Pemberontakan (Rebellism) , Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai dengan upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru, misalnya para reformator agama. Contohnya yaitu pemberontakan G 30S/PKI yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.

  • Dalam penjelasan lebih lanjut , Merton mengemukakan mengenai fungsi manifest dan fungsi laten.Fungsi manifest adalah fungsi yang dikehendaki, laten adalah yang tidakdikehendaki.Maka dalam stuktur yang ada, hal-hal yang tidak relevan juga disfungso laten dipenagruhi secara fungsional dan disfungsional. Merton menunjukan bahwa suatu struktur disfungsional akan selalu ada. Dalam teori ini Merton dikritik oleh Colim Campbell, bahwa pembedaan yang dilakukan Merton dalam fungsi manifest dan laten , menunjukan penjelasan Merton yang begitu kabur dengan berbagari cara. Hal ini Merton tidak secara tepat mengintegrasikan teori tindakan dengan fungsionalisme. Hal ini berimplikasi pada ketidakpasan antara intersionalitas dengan fungsionalisme structural. Kami rasa dalam hal ini pun Merton terlalu naïf dalam mengedepankan idealismenya tentang struktur dan dengan beraninya dia mengemukakan dia beraliran fungsionalis, tapi dia pun mengkritik akar pemikiran yang mendahuluinya. Tetapi, lebih jauh dari itu konsepnya mengenai fungsi manifest dan laten telah membuka kekauan bahwa fungsi selalu berada dalam daftar menu struktur. Merton pun mengungkap bahwa tidak semua struktur sosial tidak dapat diubah oleh sistem sosial. Tetapi beberapa sistem sosial dapat dihapuskan. Dengan mengakui bahwa struktur sosial dapat membuka jalan bagi perubahan sosial.
  • Hijab Style: Cara Siasati Busana Tanpa Lengan dan Rok Pendek

    082517_3

    Kini semakin banyak wanita muslim yang sudah berhijab khususnya di Indonesia. Beberapa dari wanita yang baru berhijab masih merasa bingung saat memadupadankan busana untuk berpergian. Sebagian dari mereka cenderung membeli busana baru yang lebih longgar dan panjang.

    Ketika menggunakan hijab sebenarnya tidak perlu ‘membuang’ busana lama seperti atasan tanpa lengan, dress pendek, atau rok mini. Anda bisa memanfaatkan busana tersebut untuk tampil stylish dengan hijab.

    Fashion blogger sekaligus selebriti Instagram (selebgram), Siti Juwariyah, menyarankan agar menyiasatinya dengan menambahkan celana bahan yang tidak ketat ketika ingin memakai rok mini. Hindari menggunakan legging sebagai tambahan untuk melengkapi penampilan saat Anda bergaya dengan rok mini.

    “Saat kita pakai jilbab sebenarnya nggak cuma meng-cover atau menutup saja tapi juga harus sesuai syariat Islam. Kalau pakai mini skirt dipadukannya tetap dengan celana longgar jangan ketat. Kalau legging sebaiknya buat dalaman, lebih baik jangan pakai legging deh kalau sudah berhijab karena itu kan membentuk tubuh,” tutur pemilik label ‘Kaffah’ itu kepada Wolipop akhir Mei lalu di Senayan City, Jakarta Selatan.

    Begitu pula ketika memakai busana tanpa lengan yang sebaiknya ditutup dengan outerwear berukuran besar. Menurut desainer busana muslim muda, Lulu Elhasbu, outerwear yang berukuran besar lebih tepat dipadukan dengan dress atau atasan tanpa lengan.

    Kini penerapan maxi dress atau blouse tanpa lengan dengan manset kurang cocok karena atasan lengan panjang itu lebih bagus dipakai sebagai dalaman saja. Atasan seperti manset juga akan membentuk tubuh. Lulu kemudian memberikan contoh padu padan yang tepat agar tetap terlihat stylish dan tidak kelihatan bertumpuk.

    “Dress buntung bisa pakai cardigan, pakai basic sekarang kurang enak dilihat ya, sebaiknya ditutup jaket atau cardigan. Misalnya pakai jeans, kita tambahkan rok mini lagi, atasnya pake baju pendek, bisa terlihat seperti dress selutut ya. Kayak kebaya encim betawi juga tidak harus dipadu dengan kain betawi tapi juga bisa pakai songket atau rok lebar agar lebih terlihat modern,” tutur wanita yang juga pernah menjadi model muslimah selama sepuluh tahun itu.
    Selain Siti dan Lulu, selebgram lain yang juga memiliki puluhan ribu followers di Instagram, Zahratul Jannah, menyarankan hal serupa. Busana tanpa lengan dapat dipadukan dengan oversized cardigan atau jaket. Manfaatkan pula rok mini untuk menjadi atasan peplum. Caranya dengan memadukan rok mini dan celana pensil.

    Zahra juga menyarankan agar banyak mencari inspirasi busana dari para fashion blogger serta selebriti. Banyak membaca majalah dan berselancar di internet untuk menemukan inspirasi gaya berbusana yang sesuai personal style Anda.

    “Saya pernah lihat Dian Pelangi punya rok mini ditambah celana pensil itu jadi seperti peplum. Jadi baju-baju vintage itu jangan dibuang, padukan dengan cermat, lihat inspirasinya dari manapun baik majalah maupun internet,” ujar wanita 31 tahun itu.
    souce : detik.com